Paszone.com, Kuta Tandingan sebuah nama yang sangat fenomental di Karawang, selain akan diplot menjadi kota Satelit seperti yang diungkapkan Nace Permana ketua dari LSM Lodaya, Kuta Tandingan dulu dan sampai kini masih menyimpan sejuta misteri yang bisa ditemui oleh orang – orang yang memang secara kebetulan mendapatkannya. 

Nenek Moyang dan banyak ahli spiritual di Kabupaten Karawang mengatakan bahwa suatu saat nanti Kuta Tandingan akan menjadi kota yang tidak ada tandingannya, dan hal tersebut kini disambungkan dengan keberadaan kawasan perusahaan besar dan akan terus diperluas, keberadaan bandara juga jalur kereta api cepat yang telah dicananggkan oleh pemerintah pusat. 

Kuta tandingan sendiri arealnya saat ini sebagian masih berupa hutan belantara dan tanah – tanah kosong yang membentang di selatan karawang, bersinggungan langsung dengan kabupaten Purwakarta dan Cianjur. Untuk para Offroader daerah Kuta Tandingan sudah tidak asing lagi, karena biasanya mereka menyalurkan hobinya di daerah ini.

Kisah mistis di tengah masyarakat tentang Kuta Tandingan sangat kuat, percaya tau tidak banyak sekali masyarakat sekitar yang mengalami kejadian aneh, misalnya aja yang pernah terjadi pada Asep salah satu warga Karawang yang mempunyai lahan garap di daerah itu pernah bertemu dengan seorang Nenek yang berjalan sendiri tapi tak lama kemudian Nenek itupun menghilang tanpa ada jejaknya, padahal dilihat dari tubuh si Nenek yang sudah Udzur tidak mungkin bisa pergi jauh dengan begitu cepat. ujarnya.

Namun diluar cerita mistis itu ternyata di Kuta Tandingan terdapat Situs yang kini keberadaannya di awasi dan sedang dikembangkan oleh Disbudpar Karawang. Situs Kuta Tandingan diperkirakan merupakan Peninggalan Kerajaan kecil dalam Kekuasaan Kerajaan Pajajaran, bernama Kerajaan Kuta Tandingan Jaya yang diperintah oleh Kertabumi III, dibantu oleh Patih Purnakuta dan Patih Mangkubumi dengan penasehat Jaksa Imbang Kencana. 

Menjelang keruntuhan Pajajaran Kerajaan (1579 M ) Kuta Tandingan Jaya melepaskan diri atau diambil alih oleh tentara Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Syech Maulana Yusuf, sebab pada tahun 1626 daerah Udug - udug dijadikan Markas Tentara Kesultanan Banten dibawah pimipinan Pager Gunung atau lebih dikenal dengan Pangeran Puger,Daerah Udug - udug merupakan tempat yang strategis untuk pengawasan lalu lintas perahu di Sungai Citarum, dari daerah ini Pasukan Tentara Kesulatanan Banten menyerang Sumedang Larang juga merupakan Pos Pertahanan untuk menangkal serangan balik dari Sumedang Larang (Prabu Geusan Ulun) dan Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Sultan Agung.

Di daerah ini Banyak ditemukan goa - goa Vertikal atau biasa disebut Luweng yang belum dijamah ataupun diteliti kedalamannya, serta jalan bebatuan Kuno/Purba tertata rapih yang menghubungkan lokasi Kuta/kuta lain yang berserakan di areal situs Kutatandingan. Lokasi Situs Kuta Tandingan terletak di  Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel 38 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.