Thu. Feb 27th, 2020

SEJARAH

Pejuang Siliwangi Indonesia (PS Indonesia) adalah sebuah organisasi massa yang berdiri jauh sebelum bermunculannya ormas-ormas yang kita kenal sekarang ini. Di kalangan internal, Pejuang Siliwangi Indonesia kerap disebut secara singkat sebagai PS. Nama PS sendiri tidak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya yaitu Raden Utje Puradiredja, seorang tokoh perjuangan nasional asal Subang, Jawa Barat. Ama Pra, begitu sebutan beliau, dalam perang kemerdekaan banyak terlibat bersama divisi Siliwangi

Dalam perjalanannya, singkatan PS memiliki beberapa kepanjangan. Ada yang memaknainya sebagai Pentjak Silat, Partisan Siliwangi, Peguron Sholawat dan lain lain,  namun pada dasarnya, semua memiliki makna yang sama, yaitu sebagai sebuah perkumpulan / organisasi / paguyuban yang ingin membaktikan diri kepada masyarakat dan negara dengan pondasi nilai nilai spiritual Islam serta kearifan budi dan akhlak para leluhur. Tanggal 2 Juli 1922 diyakini sebagai hari kelahiran PS, berdasar lahirnya sebuah forum dialog dan konsolidasi perjuangan kemerdekaan Indonesia bernama Pancakaki Silaturahmi yang jika disingkat juga menjadi PS. Forum ini berisi tokoh tokoh ulama besar.

Kata Siliwangi melekat kuat dalam organisasi ini karena dalam sejarahnya memang lahir, berdiri dan dibesarkan oleh masyarakat Sunda. Khususnya ketika terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, dimana para pendiri banyak berkontribusi di wilayah Jawa Barat, bergabung dengan divisi Siliwangi yang menjadi cikal bakal Kodam Siliwangi. Namun harus dipahami bahwa meskipun memakai kata Siliwangi, PS tidak hanya untuk masyarakat Jawa Barat. PS bersifat nasional, menerima siapapun sebagai warga dan anggota tanpa melihat latar belakang suku.

Pergerakan yang aktif di masa lalu membuat PS menyebar ke hampir semua wilayah di Indonesia. Di luar Jawa Barat, wilayah yang juga menjadi pusat populasi warga / anggota PS adalah Lampung, terutama Lampung Barat dan Tulang Bawang / Mesuji. Kondisi ini berkaitan dengan program transmigrasi pemerintah pada dekade 1950-1960, dimana banyak warga PS (pengikut Ama Pura) yang pindah ke Lampung. Status daerah transmigrasi ini berbeda dengan daerah trans lain, dimana lahan yang digunakan merupakan tanah yang diberikan kepada Ama Pura sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah atas sumbangsih beliau saat perjuangan kemerdekaan.

Dengan massa (baca: anggota) yang begitu besar, pada 3 Oktober1967 didirikan sebuah organisasi massa resmi yang disahkan melalui notaris Koeswara, yang dinamai Pencak Silat Partisan Siliwangi Indonesia. Organisasi inilah yang kemudian melalui Musyawarah Nasional pada tanggal 30-31 Agustus 1996 berubah namanya menjadi Pejuang Siliwangi Indonesia.

Sebagai sebuah ormas nasional, Pejuang Siliwangi Indonesia telah memiliki Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang di berbagai propinsi dan kota/kabupaten di Indonesia. Saat ini, DPP Pejuang Siliwangi Indonesia dipimpin oleh Letjend. (Purn) Yayat Sudrajat. Pejuang Siliwangi Indonesia tengah berbenah diri untuk memaksimalkan kemanfaatannya kepada masyarakat secara lebih berkualitas dan meluas. Memberikan sumbangsih dan karya nyata seperti yang telah dicontohkan para pendiri dan sesepuh PS terdahulu.